Apple Curiga, Aplikasi Uber Terancam Di Delete Dari Apps Store


Apple Curiga, Aplikasi Uber Terancam Di Delete Dari Apps Store



Hubungan Uber dan Apple dewasa ini tidak terlalu berjalan dengan mulus. Gara-gara, Apple mengetahui bahwa Uber tidak menaati peraturan privasi yang telah dibuatnya dalam toko aplikasi App Store. Memang Lumrah, dikenal privasi aplikasi Apple sangat penting untuk dilindungi.

CEO Uber Travis Kallanick bertemu dengan CEO Apple Tim Cook dan memunculkan perang dingin tepatnya di tahun 2015 yang lalu. Pada pertemuan yang sangat tertutup, membahas salah satu fitur pada aplikasi Uber dengan menyamarkanya dilakukan oleh tim engineer Uber atas suruhan Kallanick
Kejadian ini membuat perusahaan secara tertutup mengidentifikasi lokasi dan bahkan data dari para pengguna iPhone. Identifikasi lokasi dan data bahkan dapat dikerjakan kalau aplikasi Uber sudah didelete dari iPhone.

Saat dimintai konfirmasi, Uber menepis isu tersebut jika fitur tersebut bisa mengidentifikasi lokasi dan data pengguna. Menurut perusahaan, fitur yang diidentifikasi melanggar kebijakan privasi itu berfungsi sebagai jalan untuk mendeteksi penipuan.

Kejadian Ini bukanlah yang pertama kali bahwa Uber dituduh menggunakan Fitur di aplikasi untuk melanggar kebijakan privasi. Sebelumnya, perusahaan yang terletak di San Francisco itu juga diketahui menggunakan aplikasi rahasia yang bernama Greybal.

Aplikasi ini memiliki fungsi menggagalkan upaya dari pemerintahan daerah untuk mencari tahu kalau Uber melanggar aturan. Di waktu yang sama, Uber mejelaskan bahwa mereka tidak akan lagi menggunakan aplikasi tersebut.

Di tahun 2014, salah satu seorang eksekutif Uber juga menggunakan fitur internal yang bernama God View untuk melacak lokasi pengguna tanpa diketahui sama sekali. Karena hal itu, Uber harus merekrut seseorang yang ahli dalam bidang privasi dan keamanan dari pihak lsin agar tidak kedapatan kejadian yang terulang lagi.

Perusahaan Uber juga cap negatif dikarenakan budaya lingkungan kerja yang tidak baik setelah adanya blog dari mantan teknisi. Cemoohan yang buruk juga diterimanya akibat dari kunjungan perusahaan ke bar tempat prostitusi di Korea Selatan. Terungkapnya masalah terakhir tersebut membuat tambahan masalah hubungan masyarakat yang sedang dihadapi perusahaan sebagai bagian dari ruang lingkup  kepemimpinan CEO mereka.



CB